SDIT Al Haraki kembali menorehkan karya luar biasa melalui pagelaran Haraki Symphony 2025 dengan tema “Gema Jiwa Nusantara, Satu Irama, Sejuta Cerita”. Acara yang digelar di Gedung Makara Art Center, Universitas Indonesia, ini menghadirkan kolaborasi apik antara musik, tari, drama, dan visual yang dikemas dalam pertunjukan drama musikal.
Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa Level 4 SDIT Al Haraki ini menjadi ajang untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan kerja sama dalam satu harmoni. Melalui proses panjang sejak pra kegiatan hingga penampilan puncak, siswa dilatih untuk berkolaborasi, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta mengekspresikan kemampuan mereka di bidang seni musik dan tari.
Pagelaran diawali dengan penampilan memukau “Tari Payung & Color Guard” yang diiringi lagu Laskar Pelangi, disusul pembacaan tilawah dan doa oleh siswa. Setelah sambutan dari Kepala SDIT Al Haraki, Bapak Hidayat, M.Pd, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kota Depok, acara berlanjut pada pertunjukan utama Haraki Symphony.
Satu per satu penampilan siswa menampilkan kekayaan budaya Nusantara melalui lagu daerah dan tari kreasi seperti Bungong Jeumpa, Gundul-Gundul Pacul, Si Patokaan, dan Apuse. Penampilan ini dikemas dalam bentuk drama musikal yang menggambarkan semangat persatuan dan cinta tanah air di tengah keberagaman budaya Indonesia.
Tak kalah menarik, penampilan angklung kolaborasi siswa dan guru membawakan lagu Ibu Pertiwi dengan penuh harmoni. Pagelaran ditutup dengan lagu monumental Haraki Symphony ciptaan Bapak Suwita, S.E., yang dibawakan oleh seluruh siswa dalam balutan kostum adat dari berbagai daerah Indonesia.
Menurut Ketua Pelaksana, Ibu Yulianita Tri Jayanti, S.Pd, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni, tetapi juga sarana menumbuhkan karakter dan kebersamaan. “Melalui Haraki Symphony, kami ingin menanamkan semangat cinta budaya dan kerja sama kepada anak-anak, sekaligus menunjukkan bahwa belajar bisa dikemas secara kreatif dan bermakna,” ujarnya.
Pagelaran ini menjadi bukti nyata komitmen SDIT Al Haraki dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, berkarakter, dan berbudaya. Suara tawa, tepuk tangan, dan sorakan bangga dari para orang tua menjadi penutup manis dari irama kebersamaan yang menggema — sebuah Symphony Haraki yang penuh cinta, harmoni, dan inspirasi.

















