Dalam dunia pendidikan, tanggal 2 Mei menjadi salah satu hari penting, pada tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia setiap 2 Mei, untuk memperingati kelahiran dan menghormati jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai pelopor pendidikan di era kolonialisme.
Melalui hari pendidikan nasional, bangsa ini perlu mewarisi buah pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan latar belakang seseorang serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi. Inilah yang menjadi esensi makna hari pendidikan nasional yang setiap tahun diperingati. Begitupun dengan peringatan hari pendidikan nasional tahun 2022 ini.
Dengan mengusung tema “Pimpin Pemulihan Bergerak untuk Merdeka Belajar” diharapkan dapat menjadi refleksi pendidikan bagi seluruh insan pendidik dan pemangku kepentigan untuk paham betul bahwa semasa pandemi Covid-19, krisis pembelajaran menjadikan pendidikan semakin tertinggal dengan hilangnya pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran antar wilayah dan antar kelompok sosial-ekonomi.
Guna memulihkan pembelajaran pascapandemi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kelima belas: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar dan menekankan pentingnya penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat 2022). Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus, menurut Mendikbudristek makin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif.
Selain fokus pada merdeka belajar, pendidikan hendaknya membantu peserta didik untuk menjadi merdeka dan independen secara fisik, mental dan spiritual; pendidikan hendaknya tidak hanya mengembangkan aspek intelektual sebab akan memisahkan dari orang kebanyakan; pendidikan hendaknya memperkaya setiap individu tetapi perbedaan antara masing-masing pribadi harus tetap dipertimbangkan; pendidikan hendaknya memperkuat rasa percaya diri, mengembangkan harga diri; setiap orang harus hidup sederhana dan guru sepatutnya tulus dan rela mengorbankan kepentingan pribadinya demi kebahagiaan peserta didiknya.
Memperingati hari pendidikan nasional, insan pendidik kembali diingatkan mengenai ajaran Ki Hadjar Dewantara. Secara filosofis semboyan ini menerangkan tentang peranan seseorang. Semboyan ini berasal dari bahasa Jawa. Berikut bunyi dan maknanya:
- Ing ngarsa sung tuladha, artinya ketika di depan kita harus memberi contoh atau suri teladan bagi mereka yang berada di tengah dan belakang.
- Ing madya mangun karsa, artinya ketika di tengah kita harus bisa memberikan semangat untuk kemajuan.
- Tut wuri handayani, artinya ketika di belakang kita harus mampu memberikan dorongan.
Semoga kita semua dapat memetik suri tauladan baik dan dengan sepenuh hati menjadikan momentum hari pendidikan nasional sebagai refleksi diri.






