Habit 1: Be Proactive “Mengambil Peran” oleh Bapak Ilham, S.Ag.

Sebagaimana kita ketahui, dalam Habit 1 dari The Seven Habits of Highly Effective People yang digagas oleh Stephen R. Covey, terdapat tiga perilaku utama yang mencerminkan sikap proaktif, yaitu: “berhenti sejenak sebelum bertindak atau merespon, berbahasa proaktif dan menghindari bahasa reaktif, serta fokus pada lingkaran pengaruh, bukan pada lingkaran kepedulian.”

Sebagai seorang pendidik, kita dapat menerapkan perilaku pertama melalui apa yang disebut “tombol pause” — yaitu berhenti sejenak sebelum memberikan respon terhadap setiap stimulus yang kita terima. Dengan berhenti sejenak, kita memberi ruang bagi diri untuk berpikir, menimbang beberapa opsi respon, dan akhirnya memilih respon terbaik.
Namun, penting untuk diingat bahwa “berhenti sejenak” ini bukan berarti memberi silent treatment kepada siswa — diam yang terlalu lama disertai tatapan tajam justru dapat menimbulkan ketegangan, kecuali jika sebelumnya kita sudah membangun cukup banyak “rekening bank emosi” atau hubungan positif dengan siswa.

Selain itu, mari biasakan untuk berprasangka baik terhadap hasil dari respon yang kita berikan. Karena sebagaimana hadits qudsi menyebutkan: “Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya terhadap-Nya.” Dengan prasangka baik, insyaallah hasil yang baik pun akan menyertai setiap tindakan kita.

Perilaku kedua dari orang-orang yang proaktif adalah berbahasa proaktif dan menghindari bahasa reaktif. Agar mampu berbahasa proaktif, kita perlu memperkaya diri dengan pengetahuan dan memperluas paradigma, misalnya melalui membaca, berdiskusi, menadabburi kehidupan sekitar, serta belajar dari mereka yang lebih berpengalaman.

Orang yang proaktif sadar bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas respon yang ia berikan. Maka dari itu, tanamkanlah semboyan dalam diri: “You are what you respond.” Pastikan bahwa setiap respon yang kita keluarkan mencerminkan sikap proaktif. Bukan dengan berkata “Saya tidak bisa,” tetapi dengan keyakinan, “Saya akan coba dan insyaallah bisa.”

Perilaku ketiga dari sikap proaktif adalah fokus pada lingkaran pengaruh, bukan hanya pada lingkaran kepedulian. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ar-Ra’du ayat 11, yang menegaskan bahwa perubahan yang baik akan terjadi apabila dimulai dari diri kita sendiri.

Senada dengan itu, ayat lain juga mengingatkan agar kita senantiasa istiqamah dan konsisten dalam perubahan yang baik, supaya nikmat dan kebaikan yang telah Allah berikan setelah kita memperbaiki diri tidak dicabut kembali.

Secara keseluruhan, Habit 1: Be Proactive mengajarkan kita untuk mengambil peran dan tanggung jawab pribadi — mengatur diri sendiri, mengelola emosi, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan dan keputusan. Dengan begitu, kita akan lebih siap menghadapi dan membantu menyelesaikan persoalan di sekitar kita, terutama sebagai pendidik yang menjadi teladan bagi para siswa dan rekan sejawat.