Setelah dikeluarkannya Permendikbud No 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus menggalakan pembiasaan budi pekerti di sekolah yang salah satunya adalah pembiasaan menggunakan 15 menit sebelum hari pembelajaran untuk membaca buku selain buku
mata pelajaran setiap harinya. Kegiatan pembiasaan membaca tersebut kemudian menjadi bagian dari Gerakan Literasi Sekolah.
Mengacu pada metode pembelajaran Kurikulum 2013 yang menempatkan peserta didik sebagai subjek
pembelajaran dan guru sebagai fasilitator, kegiatan literasi tidak lagi berfokus pada peserta didik semata.
Guru, selain sebagai fasilitator, juga menjadi subjek pembelajaran. Akses yang luas pada sumber informasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya dapat menjadikan peserta didik lebih tahu daripada guru. Oleh sebab itu, kegiatan peserta didik dalam berliterasi semestinya tidak lepas dari kontribusi guru, Guru sebaiknya berupaya menjadi fasilitator yang berkualitas. Guru dan pemangku kebijakan sekolah merupakan figur teladan literasi di sekolah.
Hal tersebut menjadi salah satu terselenggaranya kegiatan literasi khusus untuk guru di SMPIT Al Haraki. Kegiatan tersebut dinamakan Literasi Guru ALKI dengan harapan Bapak dan Ibu Guru Al Haraki dapat menjadi motor penggerak GLS. Pada Literasi Guru Alki ke-1 ini, Perpustakaan Ir. Bambang Suryanto menghadirkan menghadirkan Ibu Sukma Awliyawati, S. Pd yang membahas mengenai “Penggunaan PUEBI dalam Penulisan Artikel.”
Dalam pemaparannya, Bu Ema menyampaiakan bahwa setiap guru harus memiliki pemahaman mengenai EYD dan PUEBI karena selain tuntutan pekerjaan dan pengembangan profesi, pemahaman tersebut akan digunakan sebagai penunjang kegiatan penelitian dan pembinaan karya tulis ilmiah dan kegiatan literasi lainnya. Selain itu, Bu Ema juga membagikan tips dan trik menulis artikel yang menarik. Salah satunya adalah mengenai pembuatan dan pengembangan kerangka tulisan.
Kegiatan Literasi Guru ALKI #1 semakin seru selain karena adanya Quizizz juga diakhir kegiatan setiap guru harus menuliskan satu kata baku dan tidak baku sebagai syarat untuk meninggalkan ruangan kegiatan. Semoga kegiatan ini semakin memotivasi para guru SMPIT Al Haraki untuk terus belajar menjadi pribadi literat. Sampai bertemu di kegiatan Literasi Guru ALKI #2 dan salam literasi!








