Seminar Parenting Daring Level 1

Tips Pendampingan Anak Belajar Jarak Jauh di Rumah

Penyebaran Covid-19 sudah semakin meluas di Indonesia, beberapa kegiatan pun harus dilaksanakan di rumah termasuk proses belajar mengajar. Langkah ini dilakukan karena mendukung himbauan dari Pemerintah supaya penyebaran virus tidak  meningkat dari hari ke hari.

Libur sekolah beberapa pekan terakhir ini menjadikan pembelajaran siswa dilakukan di rumah. Seperti pidato Bapak Menteri Pendidikan Nadhiem Makarim “Guru, siswa dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bias dilakukan di sekolah saja. Tetapi, pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal yaitu guru, siswa dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi”. Pada pembelajaran jarak jauh ini, orang tua memiliki peran besar untuk mendampingi buah hatinya. Ada beberapa orang tua yang sudah siap tapi banyak juga orang tua yang tidak siap menjalaninya. Jadi untuk menjembatani permasalahan tersebut SDIT Al Haraki menyelenggarakan seminar parenting dengan pembicara Bapak Iswoyo. Seminar ini mengambil tema adalah Tipe Pendampingan Anak Belajar Jarak Jauh di Rumah.

Alhamdulillahirobbil’alamiin di pagi yang cerah Minggu, 3 Mei 2020, pukul 09.15 WIB telah terlaksana seminar parenting level 1. Seminar ini dibuka dengan MC bapak Wanudi, kemudian  tilawah Al Quran oleh bapak Asep, dilanjutkan sambutan Bapak Kepala Sekolah SDIT Al Haraki Bapak Hidayat. Dalam sambutan bapak Kepala Sekolah menyampaikan bahwa pihak sekolah berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan kegiatan PJJ ini walaupun hasilnya minimal, sekolah sangat memakluminya dikarenakan kondisi Pandemi ini. Yang terpenting di sini adalah dukungan, pertisipasi dan kerjasama dari ayah bunda untuk menjalankan kegiatan PJJ berjalan dengan baik. Rasa terimakasih yang terdalam kami tujukan kepada ayah dan bunda dimana telah membantu membersamai belajar ananda saat di rumah. Semoga dengan seminar ini akan ada pencerahan atau trik bagaimana mendampingi Ananda belajar di rumah.

Seminarpun dimulai, bapak Iswoyo memulai materinya. Beliau mengatakan hampir di seluruh Indonesia mempunyai kendala dalam Pembelajaran Jarak Jauh. Hal ini kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Kondisi ini tidak bisa diprediksi dan kita belum terbiasa menjalaninya. Hal inilah yang menjadi tantangan baru buat guru, orang tua dan siswa saat ini. Tantangan berasal dari berbagai sudut pandang,  dari segi orangtua yaitu banyak orang tua yang WFH, kelelahan secara psikis, pemahaman materi, penggunaan aplikasi/platform. Tantangan dari segi anak inginnya main terus, sulit lepas dari gadget, kurang konsentrasi, moody, jam biologis tidak teratur, tidak memiliki jadwal belajar yang teratur. Hampir semua anak tidak hanya di SDIT Al Haraki tetapi seluruh Indonesia merasakannya.Tantangan berikutnya dari guru sendiri. Guru belum siap dengan kondisi pembelajaran jarak jauh, sehingga dituntut untuk mengembangkan kreatifitasnya supaya pembelajaran jarak jauh dapat terlaksanadengan baik,interaksi 3 arah (guru, orangtua, siswa)  kurang berjalan dengan baik, serta peran ganda guru dimana disatu sisi melaksanakan tupoksi yang sudah diamanahkan di sekolah, satu sisi  mempunyai tugas mengatur keluarganya masing-masing. Bagaimana mengatasi tantangan-tantangan tersebut?

Menurut Pak Iswoyo sebelum menemukan trik dan solusinya kita harus  membangun mindset anak bahwa di rumah ini bukan liburan, dan berusaha untuk menciptakan suasana rumah yang nyaman bagi anak. Dari sisi guru sendiri saat memberikan tugas kepada siswa diharapkan tidak memberatkan siswa. Ketika memberikan tugas kepada siswa berikan tugas yang esensial diantaranya pembiasaan ibadah, life skill, literasi dan numerasi, kegiatan/ tugas yang ada hubungannya dengan kurikulum, dan proyek.aktifitas yang mengarah pada pengalaman belajar yang bermakna. Alhamdulillah di SDIT Al Haraki khususnya di level 1 kegiatan PJJ yang sedang berlangsung sudah sesuai dengan yang diharapkan dan berpedoman dengan prinsip-prinsip pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran ini akan berjalan dengan baik jika, ada sinergi yang baik antara guru dengan orang tua. Caranya perlu adanya kolaborasi dan komunikasi yang baik, interaksi 3 arah dan pemberian feed back. Fleksibilitas dalam menentukan deadline tugas yang diberikan, penguasaan tekhnologi sehingga ilmu dapat ditransfer dengan baik dari guru ke siswa, serta yang terpenting disini adalah menyamakan persepsi dan komitmen bersama. Semua memang sedang berproses dan sama-sama saling melengkapi dan menyemangati.

Di sisi lain perlu adanya sinergi yang baik antara orang tua dengan anak di rumah. Orang tua perlu mengetahui gaya belajar ananda, apakah itu kinestetis, audio atau visual. Memberikan apresiasi dan afirmasi kepada anak-anak. Hargai prosesnya dalam mengerjakannya serta memberikan peesan-pesan moral yang membangun kepada anak. Inilah salah satu pengikat psikologis antara anak dan orang tua.

Dalam kondisi Pandemi sekarang ini jangan jadikan alasan untuk bermalas atau enggan untuk melakukan aktivitas, tetap produktif, berpikir positif dan kontributif. Semangat untuk ayah bunda dalam membimbing ananda di rumah, dengan moment bulan Ramadhan ini mari kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah SWT, quality time bersama dengan keluarga, dengan doa kita semua semoga Pandemi COVID-19 ini akan segera berakhir, dan ananda dapat sekolah seperti semula.  Amiin.