Pelatihan Penyusunan Soal AKM

Salah satu  upaya peningkatan mutu pendidikan SIT Al Haraki, Penjamin Mutu Pendidikan (PMP) SIT Al Haraki, menyelenggarakan pelatihan yang bertema “Penyusunan Soal Asesmen Kompetensi Minimum(AKM)” yang diperuntukan para manajemen dari Unit SD hingga SMA. Pelatihan tersebut diisi oleh Bapak Dr. Deni Hadiana M.Si. Beliau menjelaskan materi tentang Asesmen Kompetensi Minimum(AKM), survey karakter dan juga survey lingkungan belajar. Bapak Dr. Deni Hadiana M,Si adalah seorang peneliti di bidang kepakaran evaluasi, penilaian, pengukuran dan psikometri. Beliau juga sebagai salah satu asesor peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Di sesi awal pelatihan yang berlangsung pada tanggal 18 September 2021 ini dijelaskan mengenai konsep teori dari AKM. Kemudian di sesi kedua mendiskusikan soal-soal yang telah dibuat oleh tenaga pendidik SIT AL Haraki dari masing-masing unit lalu Bapak Deni memberi arahan terhadap soal-soal yang ditampilkan.

Penyusunan soal AKM, survey karakter dan juga survey lingkungan belajar dibutuhkan oleh setiap tenaga pendidik SIT AL Haraki agar dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan agar dapat meningkatkan kualitas peserta didik SIT AL Haraki. Pelatihan penyusunan soal AKM ini akan menambah pengetahuan tentang bagaimana cara membuat soal berbasis AKM yang tepat serta dapat menumbuhkan ide-ide kreatif dari tenaga pendidik dalam pembuatan soal.

Beliau juga memberikan tips pembelajaran AKM yakni hadirkan sesuatu yang merangsang stimulus untuk peserta didik, beri ruang dan waktu yang pas bagi murid untuk berpikir, bangun suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, bersenyawa dengan murid agar peserta didik menemukan sesuatu dengan caranya, refleksi dan evaluasi.  Dari pelatihan ini juga tenaga pendidik SIT Al Haraki diingatkan oleh kata-kata “mengajarlah dengan benar karena asal mengajar hanya menghasilkan murid yang asal-asalan”.

Dengan diadakannya salah satu dari rangkaian pelatihan AKM ini, diharapkan dapat mendorong perubahan budaya belajar dan mengajar yang dilaksanakan selama ini agar lebih memberikan pembelajaran yang bermakna hingga dapat menstimulus proses berpikir para peserta didik agar lebih kreatif.