Hari Anak Internasional (International Children’s Day) 1 Juni

Hari Anak Internasional (International Children’s Day) 1 Juni

Peringatan hari anak secara internasional awal mula dirayakan setiap tanggal 1 Juni. Penetapan hari anak internasional ini diprakasai oleh Women’s International Democratic Federation (WIDF) saat mengadakan kongres di Moskwa pada bulan November 1949. Kongres tersebut membahas perdamaian dunia, kesejahteraan anak, dan peningkatan status wanita.

Tujuan Hari Peringatan

Tujuan perayaan hari anak internasional yaitu sebagai hari peringatan untuk anak-anak. Hari anak internasional diciptakan untuk melindungi hak anak-anak dan mengurangi angka anak-anak yang sudah bekerja.

Permainan Tradisional Anak-Anak

Saat ini, mayoritas anak Indonesia akan memilih video game atau gadget sebagai permainan favorit. Terlebih di masa ketika anak-anak harus lebih banyak tinggal di rumah karena pandemi COVID-19.

Sayangnya, bermain game melalui gadget yang terlalu sering dapat menimbulkan sejumlah efek negatif terhadap sejumlah hal seperti kesehatan hingga kemampuan untuk bersosialisasi.

Nah, daripada anak-anak terus bermain gadget, ada baiknya kita memberikan alternatif berupa permainan tradisional asli Indonesia yang edukatif.

1. Layang-layang

Cara permainan layang-layang memang cukup sederhana yakni menerbangkan layangan dengan bantuan angin dan dikontrol memakai gulungan benang. Meski sederhana namun permainan ini perlu ketangkasan agar layangan tetap seimbang melayang di udara. Ternyata bermain layang-layang juga memiliki banyak manfaat bagi anak-anak diantaranya;

  • mendorong anak untuk aktif bergerak seperti berjalan dan berlari
  • bermain layang-layang juga melatih kesabaran buah hati
  • menerbangkan layanan juga butuh penglihatan yang bagus. Pasalnya menantap layanan di langit biru akan mengatur saraf dan otot mata jadi lebih baik lagi
  • Permainan layang-layang juga sebagai media bersosialisasi anak dengan teman-temannya

Biarpun memiliki beragam manfaat bermain layang-layang juga akan membuat kulit si kecil lebih gelap karena terpapar sinar matahari. Tak hanya itu saja penting bagi bunda untuk memperingatkan anak-anak bermain di tempat yang aman. Anjurkan bermain layang-layang di tanah lapang seperti lapangan atau tempat yang jauh dari kendaraan berlalu-lalang.

2. Enggrang

Mainan anak-anak tradisional lainnya adalah enggrang. Cara bermainnya adalah menempatkan kaki pada galah kemudian berjalan dengan menjaga keseimbangan tubuh. Biarpun terlihat mudah nyatanya tak banyak orang bisa melakukannya bahkan dari kalangan dewasa. Adapun manfaat permainan enggrang bagi anak-anak; Enggrang mampu mengajari anak untuk mengatur keseimbangan tubuh serta fokus dalam menentukan pijakan yang tepat saat berjalan. Permainan ini juga mampu mengasah otak kanan dan otak kiri. Otak kanan melatih anak untuk sabar dan menjaga kekompakan. Sementara otak kiri dituntut untuk berpikir kalkulasi. Anak jadi lebih tangkas dan reflek akan hal-hal di sekitarnya. Otot pada tangan dan kaki juga ikut terlatih dengan permainan ini.

3. Gelembung Sabun

Mainan anak-anak ini bisa dibilang sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dahulunya gelembung sabun diperoleh dari getah batang jarak dan bunga sepatu. Kini gelembung sabun bisa dibuat dari air sabun saja. Manfaat mainan ini juga beragam yakni; Mampu memperkenalkan keterampilan visual pada anak lewat gelembungnya. Anak-anak bisa melacak, mengikuti dan fokus pada sesuatu yang dimainkannya . Anak-anak juga dilatih kesabaran, motorik halus dan kasar karena biasa mengejar dan membungkuk untuk meraih gelembung sabun, hingga meningkatkan perkembangan ototnya . Kemampuan kognitif dan bahasa buah hati juga ikut terasah melalui permainan ini.

4. Engkleng

Engklek walaupun terkesan seperti mainan anak tradisional Jawa nyatanya asal muasalnya berasal dari luar negeri. Bisa dibilang permainan ini merupakan mainan tradisional yang ada di seluruh dunia. Cara bermainnya adalah lompat-lompat dengan satu kaki di tanah yang sudah digambari dengan bangunan kotak-kotak. Terkait bangunan kotak-kotak yang dibangunnya bisa menyerupai jaring-jaring kubus. Ada pula yang berbentuk siput bahkan yang paling populer ialah 8 kotak dengan satu bidang setengah lingkaran. Engklek bisa dimainkan oleh banyak anak dan dimanapun bahkan didalam rumah. Kelebihan permainan ini bagi anak Anda adalah sebagai berikut; melatih keseimbangan tubuh dan koordinasi kaki, mata dan tangan saat bermain. Mampu memecahkan masalah dan mendorong anak untuk mampu berpikir mengatur strategi untuk memenangkan permainan.  Engkleng nyatanya mampu dijadikan media untuk mendeteksi masalah psikologi. Melalui permainan ini orang tua dapat mendeteksi masalah yang dihadapi si kecil. Misalnya saja anak kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan anak-anak lainnya.