.grecaptcha-badge { visibility: hidden !important; }

Tahun 2020 ini konsep Workshop of Entrepreneur Day memang berbeda, namun tidak menghalangi para siswa SMPIT Al Haraki untuk terus belajar dan menambah wawasan di bidang entreprenur meski secara daring.

Pembicara talkshow pada kegiatan pembukaan WE DAY ini memiliki nama lengkap Anjas Risky Maradita, pendidikan terakhir S-1 Pendidikan Ekonomi Universitas Pelita Harapan. Saat ini kak Anjas berumur 24 tahun dan berdomisili di Kota Tangerang.

Adapun topik utama pembahasan pembukaan WE DAY yang diselenggarakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 ini membahas tentang content creator. Di mana kak Anjas sendiri merupakan seorang content creator sejak 2017 dengan total akun youtube sebanyak lima akun, satu diantaranya fokus kepada pembelajaran bahasa Korea sebagai bentuk aplikasi atas seluruh persiapan yang pernah dilakukan untuk mendapatkan beasiswa di salah satu universitas di Korea Selatan.

Salah satu hal yang ditekankan oleh kak Anjas pada saat menyampaikan materi adalah tentang manajemen waktu. Disampaikan bahwa kak Anjas pernah berjualan keripik pisang untuk menambah uang jajan. Kemudian saat kuliah kak Anjas sudah memanajemen waktu sedemikian rupa seperti menjadwalkan untuk fokus kuliah pada hari senin hingga jumat untuk kuliah kemudian memblock waktu pada saat akhir pekan untuk fokus di dunia content creator.

Semasa kuliah dengan full beasiswa kak Anjas sendiri sudah rutin mengunggah video di kanal youtubenya. Setelah dirasa sudah matang dengan fokus content yang ambil kak Anjas mulai menggaet banyak teman-temannya yang berasal dari berbagai disiplin ilmu untuk diajak untuk membuat content video bersama. Ketika sudah kuat dan stabil kemudian membuat PT. sendiri. Sekarang PT. tersebut sudah diakusisi oleh sebuah media besar dan masih terus mendapatkan hasil dari sana.

Setelah mendapat gelar sarjana, kak Anjas sendiri sempat terjun ke dalam dunia pendidikan yakni menjadi dosen di UPH selama setahun sebelum akhirnya memfokuskan diri menjadi content creator. Karena hal itulah kak Anjas berkeinginan untuk kembali menggeluti dunia pendidikan ketika memasuki umur empat puluh tahun. Selain menjadi conten creator ternyata kak Anjas aktif membuat berbagai project dan menjadi pembicara dipuluhan seminar yang berkaitan dengan kegiatannya sekarang.

Adapun tips dari kak Anjas untuk para siswa SMPIT Al Haraki yang ingin menjadi creative preneur mulai saja dulu dan jangan banyak melakukan ritual. Maksudnya adalah jangan menunggu untuk memulai dan jangan menjadikan sebuah kendala menghambat kita dalam memulai kegiatan dalam menjadi creative content. Selain itu para siswa diminta untuk memahami tujuan dari setiap content yang dibuat untuk apa, sasarannya siapa. Sedangkan tips untuk bertahan di industri Creative Preneur adalah harus seadaptif mungkin dengan berbagai kondisi yang ada agar dapat terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Harus sering melihat hal yang sedang booming juga sehingga konten yang dibuat selalu up to date.

Salah satu tujuan menjadi youtuber atau creative content untuk sebagian orang adalah karena uang. Cara menghasilkan uang di youtube tentunya kita harus memiliki konten yang diunggah dengan konsisten. Konten video yang seperti apa? Konten yang nggak melanggar guidelines and polices youtube serta tidak melanggar hak cipta. Selain itu konten fokuskan ke konten yang menghasilkan iklan yang lebih mahal seperti konten tentang teknologi.

Ketika sudah terjun menjadi content creator, bagaimana caranya fokus dengan satu bidang? Kak Anjas menyampaikan bahwa setiap passion akan ditandai dan berkomitmen 1000 persen. Setelahnya fokus mencari dan mengembangkan si konten tersebut dengan berbagai inovasi dan kreasi yang dimiliki. Bagaimana ketika mentok dengan inspirasi? Yang bisa dilakukan adalah menulis 10 ide terbaik, dan yakinlah akan muncul 1-2 ide yang berkualitas. Kemudian cari penyemangat dan mood booster.

Sudah mendapatkan berbagai pengetahuan dan wawasan terkait content creator kan? sekarang saatnya mencoba, karena ALKI BISA!