.grecaptcha-badge { visibility: hidden !important; }

Sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan nomor SR 02.06/4/9760/2020 tentang pelaksanaan BIAS di masa pandemi serta didukung juga oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada masa pandemi saat ini SDIT Al Haraki bekerjasama dengan Puskesmas Pancoranmas melakukan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). BIAS Td (Tetanus Difteri) merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Puskesmas Pancaronmas dengan sasaran siswa-siswi level 2 dan 5. Tujuannya menurunkan kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Imunisasi adalah pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap virus. Imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi belum cukup untuk melindungi diri dari aneka penyakit maka imunisasi ulang perlu diberikan kembali sampai usia anak sekolah. Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun ini untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak usia SD terhadap penyakit. Peran guru menjadi sangat penting dalam memotivasi murid dan orangtuanya. Alhamdulillah SDIT Al Haraki mendukung siswanya untuk mendapat imunisasi di sekolah oleh petugas Puskesmas setempat.

BIAS ini diselenggarakan melalui Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS), dimana imunisasi merupakan salah satu komponen kegiatan UKS. Kebijakan UKS mengikuti kebijaksanaan umum Depkes RI. Pemerintah daerah diberikan wewenang untuk menjalankan usaha kesehatan sekolah yang disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah setempat, sesuai dengan usaha mewujudkan desentralisasi dan otonomi daerah dalam usaha-usaha di bidang kesehatan (Depkes, 2001).

Pada pelaksanaan BIAS dalam masa pandemi, petugas Kesehatan, guru, orang tua/pendamping dan siswa siswi dipastikan harus dalam keadaan sehat. Tim UKS melakukan beberapa tahapan skrining sebelum imunisasi dilakukan baik skrining secara langsung atau tidak langsung. Saat pelaksanaan imunisasi sesuai protokol kesehatan siswa siswi juga harus menggunakan APD yang lengkap ke sekolah dengan didampingi oleh orang tua atau pendamping. Setelah melewati tiga tahapan skrining setelah itu dilakukan imunisasi dengan pembagian jadwal yang telah ditentukan. Semoga anak-anak Indonesia dengan adanya program BIAS tumbuh menjadi anak yang sehat dan memiliki kekebalan terhadap virus tetanus difteri. Dan Tercapainya tingkat kekebalan tubuh yang maksimal diharapkan mampu memutuskan rantai penularan virus, dapat meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi peserta didik serta tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas.